KOTA LOENPIA SANG PEMILIK SEJARAH (Bag 3)


Kampoeng Kopi Banaran



Ketika baca itinarary  yang dibagikan panitia Jelajah Gizi  di hari ke 3 atau hari terakhir di Kota Semarang ada aktivitas kunjungan ke Kampoeng Kopi  Banaran dan langsung terbesit angan saya untuk bisa memetik kopinya  eaaa. 



Tiba dilokasi yang sangat sejuk karena berada di suhu 23-27 derajat celcius hamparan tanaman kopi menjadi pemandangan yang cantik diareal kopi yang merupakan Wisata Agro PT Perkebunan Nusantara IX berada di Raya Semarang – Solo Km. 35 .  Tanaman kopi yang tidak terlalu tinggi namun lebat dengan buah dan bunga tumbuh sehat di Perkebunan Getas Afdeling Assinan.



Dari lokasi hotel kami ke areal Kampoeng Kopi  Banaran ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Setelah bus wisata kami tiba dilokasi kami langsung diarahkan untuk menaiki mobil keliling kebun kopi. Jalanan yang cukup berkelok naik turun menambah keseruan para Tim Jelajah Gizi  didalam mobil keliling wisata yang hanya cukup ditumpangi 5 hingga 6 orang penumpang . Selain kopi yang ada di perkebunan Bananaran terdapat pula  pohon karet, kayu-kayuan ,buah-buahan dan biji pala yang menurut bapak pengemudi buah pala tersebut diolah salah satunya menjadi sirup.  Perkebunan kopi Banaran ini memiliki jenis kopi robusta dimana rasa dari kopi robusta lebih pahit dibanding arabika dan mempunyai rasa yang kuat .




Setelah kami selesai berkeliling waktunya kami makan siang plus dimanjakan dengan pemandangan gunung dan bukit sehingga Tim Jelajah Gizi bisa berfoto cantik dengan background pemandangan yang indah.





 Seusainya bersantap siang kami meneruskan ke toko oleh-oleh khas Kopi Banaran yang berada tak jauh dari pintu keluar Wisata, di toko oleh-oleh banyak terpajang macam-macam kopi dengan jenis yang berbeda-beda.


KLENTENG SAM POO KONG


Kunjungan terakhir Tim Jelajah Gizi Semarang adalah Klenteng  Sam Poo Kong  yang merupakan obyek wisata ,tempat beribadah penganut kepercayaan warga Tiong Hoa  serta acara perayaan di kota Semarang. Bangunan yang memiliki warna khas merah  banyak di kunjungi wisata yang ingin mengetahui bangunan megah dan penuh sejarah .



Di area Klenteng Sam Poo Kong  dulu adalah tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang laksamana Tiongkok bernama Zheng He atau Cheng Ho. Kegagahan  Cheng Ho dapat ter lihat pada patung di pelataran komplek Klenteng .  Saat tiba dilokasi Tim Jelazah Gizi dibagi menjadi 2 bagian dikarenakan sebagiam tim ingin melakukan Ciam Se, Ciam Se adalah kegiatan mengocok bamboo yang terdapat angka .



 Angka-angka tersebut semua memiliki arti setelah itu akan diberikan kertas petunjuk  yang sesuai dengan nomor bamboo. Sebelum mengocok bamboo akan ditanyakan terlebih dulu apa yang menjadi masalahnya . Dan pada saat itu angka yang keluar dari bamboo saya no 1 yang intinya artinya itu  bagus  yeayyy.




Waktu kurang lebih telah menunjukan pukul 15.30 kami harus bersiap-siap ke bandara untuk kembali ke Jakarta tapi sebelum ke bandara  kami membeli oleh-oleh mampir  di pusat oleh-oleh Bandeng Juwana – Erlina yang tak jauh dari bandara Achmad Yani dan Alhamdullilah kami sampai di bandara sekitar pukul 16.40, tentengan saya cukup banyak waktu itu belum lagi ditambah oleh-oleh dari tim panitia Loenpia Gang Lombok dan Tahu Baxo Ibu Pudji untungnya masih banyak waktu menuju boarding time pukul 17:30 jadi saya bisa mengepak ulang barang bawaan untuk jadwal penerbangan ke bandara Soekarno Hatta pukul 18.00 bertemu keluarga tercinta. 


Akhir kata saya sangat berterimakasih yang sebesar-besar kepada Tim Panitia yang sabar,baik,sangat professional dalam acara 3 hari 2 malam untuk semuanya pengalaman yang sangat berharga sekali banyak sekali ilmu yang saya dapatkan di Semarang kepada 

Mbak chika , Pak Herwan dan mbak  Anindita,mbak Dewi ,mbak Monica dan Mbak Ditta,Mbak Tutiek, Mbak Shelly ,Mas Faridz, Mbak Fitria Smailing Tour , Bapak Robertus.

Prof. Ahmad Sulaeman, Selebgram Mas Dedykuliner , photographer keceh Mas Dadang.

Teman-teman bloger dan teman – teman media.

Sekian...











Komentar

Postingan Populer