KOTA LOENPIA SANG PEMILIK SEJARAH (Bag 1)




Tahun lalu saya pernah ikutan challengenya Nutri Bangsa dengan hadiah trip Jelajah Gizi ke Malang, namun belum dapat kesempatan padahal  sudah posting 4 foto masakan xixi dan tahun ini masuk tahun ke 6 Nutri Bangsa  mengadakan kembali challengenya saya coba untuk ikutan lagi dan senengnya ketika ada dm masuk kalau saya termasuk 20 besar kandidat pemenang dari sekian ratus postingan karna hadiahnya keceh badai  yaitu Jelajah Gizi selama 3 hari 2 malam ke  Kota Semarang dengan segudang fasilitas istimewa menurutku. Namun pas pengumuman pemenang 10 orang tiba nama saya ndak ada hikss (mewek) dan pikir ya sudahlah mungkin belum tiba waktunya dan  tiba-tiba  4 hari kemudian ada dm  masuk lagi  bahwasannya saya menggantikan 1 orang yang mengundurkan diri ,sempet juga ragu  karna sangat mendadak dan mesti izin ke suami dan boss di kantor  tapi finaly yeayyy  Alhamdullilah  ijin saya diterima semua IYESSSS…

Kegiatan Jelajah yang diselenggarakan oleh Nutricia perusahaan yang berdiri sejak tahun 1987 dan Sarihusada sejak tahun 1954. Keduanya merupakan bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition. Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang. Kegiatan Jelazah Gizi ini adalah merupakan wadah untuk media dan komunitas media sosial untuk mengulas mengenai gizi dan pangan lokal sehingga mereka dapat menyebarkan informasi terkait potensi pangan lokal ke masyarakat luas.

Program Jelajah Gizi telah dimulai sejak tahun 2012 dan menjelajah ke berbagai daerah seperti, Gunung Kidul (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Denpasar (Bali), Manado (Sulawesi Utara), Malang (Jawa Timur) untuk mengulik makanan local serta gizi yang terkandung dalam makanan lokal beserta sejarahnya. Dan Nutricia Sarihusada kembali mengeksplorasi uniknya potensi pangan lokal Indonesia dalam Jelajah Gizi 2018 di Kota Semarang pada tanggal 20-22 April 2018, sekaligus memperkenalkan pentingnya konsep pangan berkelanjutan kepada peserta yang terdiri dari 10 orang Blogger terpilih ,14 orang media seperti Detik Food,Tribun News,IDN Times, Suara Com, Okezone, Nova, Kompas.com,CNN dan masih banyak lagi serta teman-teman tim panitia.


AKTIVITAS HARI PERTAMA , 20 APRIL 2018
Pukul 8.40 pesawat kami tiba di bandara Ahmad Yani kemudian kami menuju ke tujuan pertama sesuai dalam jadwal aktivitas kami yaitu Rumah Makan Semarang milik Bapak Jongkie Tio, Resto ini berlokasi di jalan S. Parman No. 47 A yang sudah berdiri sejak tahun 1990. 

 Dok. Jelajah Gizi 


Dalam sela-sela istirahat kami di rumah makan tersebut telah hadir Bapak Jongkie Tio selaku pemilik Rumah Makan yang menjelaskan  kepada kami  mengenai sejarah berdirinya usahannya,  Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate  Communication Director Danone menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan Jelazah Gizi secara rutin sedangkan  Prof Ir. Ahmad Sulaeman,MS, Phd - Pakar Gizi dan keamanan Pangan Institut Pertanian Bogor memberikan penjelasan tentang  kandungan-kandungan gizi yang terdapat pada makanan serta Staf  dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang  yang menyambut baik kegiatan yang dilakuakan oleh Nutricia Sarihusada  telah melakukan explorasi pangan lokalnyaa juga mas Dedykuliner selebgram yang sharing tentang bagaimana cara membuat video saat kuliner juga  tips dan trik menambah follower dalam instagram. Semua kami perhatikan sambil menyatap hidangan lezat milik Bapak Jongkie Tio ini. 




Banyak yang menjadi daya tarik ketika pertama  masuk ke resto ini  pasti akan dapat merasakan suasana tempo dulu, RM Semarang Heritage Cuisine memiliki 2 ruangan yaitu indoor dan outdoor diruangan indoor  selain  bisa menikmati hidangan dengan menu lezat yang ditawarkan seperti lontong cap gomeh, lumpia goreng ,kroket goreng, nasi bangi, siomay ,es rujak, es cao serta minum lainnya kami bisa menikmati pemandangan  koleksi pribadi sang pemilik resto seperti  foto-foto dan benda-benda yang memiliki nilai sejarah. Sedangkan di area outdoor pemandangan yang tak kalah menariknya yaitu koleksi alat-alat transportasi  klasik dan original yang terawat dan tertata rapih di antara kanan kiri meja makan .
  


Ada yang menarik dalam menu yang disajikan di resto yaitu lontong cap gomeh yang disajikan 
dengan 12 macam pendamping selain potongan lontong dan kuah santan kuning diantaranya yang saya ingat potongan telur rebus,buncis,tahu,docang (kelapa gurih yang berwarna putih), abing (kelapa berwarna coklat dengan rasa manisnya),kerupuk udang,bubuk kedelai dan suwiran ayam .



Menurut Pak Ongki “lontong cap gomeh ini terinspirasi dari ketupat”  dimana warga muslim mengantarkan ketupat dan opor tiap kali lebaran. Lontong cap gomeh ini sebagai hidangan dalam perayaan Imlek warga Tionghoa dan sebagai hantaran untuk warga sekitar.

Es Rujak

Setelah kami selesai bersantap siang kami menuju ke Hotel Room inch yang berlokasi DP Mall Jalan Pemuda No.150, Sekayu Tengah Kota Semarang untuk beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas disore hari yaitu berkunjung ke Pujasera Simpang Lima.

PUJASERA SIMPANG LIMA

Pujasera Simpang Lima mulai beroperasional pukul 17.00 letaknya di sekeliling ikon Kota Semarang ,banyak menu yang ditawarkan mulai dari menu ringan hingga menu berat seperti  tahu gimbal, pecel, wedang-wedangan, sate kambing, olahan nasi, unggas, seafood dan lain-lain tersedia di pujasera dengan harga yang sangat terjangkau serta rasa yang tidak usah diragukan lagi. Selain kuliner diarea Simpang Lima juga terdapat area bermain untuk pengunjung seperti becak lampu dan penyewaan kendaraan mini untuk anak-anak .


Di Pujasera Simpang Lima kegiatan kami adalah Jelajah Gizi Race dimana perserta terbagi  menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5 orang kemudian diberikan dana untuk membeli menu di Pujasera Simpang Lima serta clue berupa 5 lembar kertas untuk menemukan 5 kios jajanan sehingga setiap kelompok harus berhasil menemukan kios tersebut untuk membeli salah satu menu yang memiliki keunikan.



Dalam aktivitas jelajah race ini sangat seru karena kami berlomba-lomba untuk yang lebih dulu melengkapi stempel dalam passport yang sudah diberikan panitia di awal pembentukan kelompok di RM Semarang tadi.


Untuk mendapatkan stempel tersebut kami harus melalui serangkaian persyaratan yaitu foto makanan, foto grup  lalu kemudian unggah ke social media  selanjutnya menunjukan bukti kepada panitia yang telah menanti  di setiap kios jajanan dan Alhamdullilah semua clue dapat kami selesai  tapi sayang kami bukanlah yang pertama atau kedua melainkan kelompok yang terakhir yang tiba di Lapangan Simpang Lima hehehhe ini disebabkan kami sangat menikmati dan terlena dengan kelezatan masakan - masakannya  sehingga sampai di tempat finish paling buntu xixixi #alesan.


Tiba pukul 19.00 lewat waktunya kami melakukan kegiatan terakhir di hari pertama Jelajah Gizi di Kota Semarang yaitu berkunjung dan sekalian makan malam di kedai Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok yang selalu ramai dan legendaries.


Kedai Pak Karmin yang berlokasi tidak jauh dari Jembatan Mberok di Jalan Pemuda Semarang walau tampak seperti jembatan biasa pada umumnya namun jembatan tersebut selalu masuk dalam daftar pengunjung yang melancong ke kota Semarang yang memiliki sejarah lama sewaktu diduduki bangsa Belanda ini.


Dok .Jelajah Gizi

Nasi Goreng Babat Pak Karmin ketika kami tiba cukup ramai membuat saya jadi penasaran dan berharap segera datang pesanan yang telah dipesan dan tampa perlu menunggu waktu lama setelah tim panita mendata pesanan Tim Jelajah Gizi lainnya pesanan saya pun datang dan ya ampunn rasanya istimewahh …karena saya belum penah merasakan masakan seperti ini sebelumnya yang pada saat itu menu yang saya pilih  Babat Gongso walau ada menu yang menjadi andalannya yaitu Nasi Goreng Babat sesuai dengan spanduk yang terpampang jelas dikedainya. Kedai yang ramai pengunjung pada malam hari itu  telah berdiri selama 47 tahun. Pak Karmin yang memiliki nama lengkap Pak Sukarmin ini merupakan  generasi ke 2  yang memulai usahanya ditahun 1971 dari generasi sebelumnya yaitu tahun 1858 yang waktu itu di pegang oleh orangtuanya sendiri, menurutnya rahasia bisa bertahan selama puluhan tahun adalah tidak mengurangi dan menambahkan bumbu dalam racikan serta dapat mempertahankan rasa dari dulu hingga sekarang. Selesainya kami menyatap masakan lezatnya Pak Karmin tiba waktu kami menuju hotel untuk bobo cantik dengan teman kamarku dari bloger Mariska, masakan-masakan lezat Kota Semarang selama satu harian serta rasa takjub saya terhadap bangunan-bangunan tua  di Kota bersejarah yang masih kokoh itu  membuat saya pingin buru-buru pagi karna pastinya hari ke 2 bakal tak kalah serunya …..sampai jumpa di hari ke 2.



Komentar

Postingan Populer